Seorang Gadis yang Terluka oleh Dunia yang Teramat Palsu

Wednesday, 1 May 2019

Cara Membuat Tema WhatsApp Menjadi Keren

Hari gini masih pakai WhatsApp standar warna ijo putih? Ngga pengen punya WhatsApp yang bisa diubah-ubah temanya?



Ada beberapa kelebihan yang bisa lo dapet dari WhatsApp keren satu ini :
1. Ganti tema sesuka hati (karakter/warna)
2. Menyembunyikan online (bukan hanya terakhir dilihat)
3. Menyembunyikan chat (bukan hanya arsip)
4. Menyembunyikan centang 2 (bukan hanya centang biru)
5. Mencegah panggilan masuk (tanpa harus blokir)
6. Mendownload story teman (tanpa meminta)
7. Membuat seolah-olah kita sudah off total padahal masih on

Banyak kan? Hehe. Tapi kali ini yang akan gue bahas adalah gimana cara pasang WhatsApp keren ini sama gimana caranya kita ganti-ganti tema.


1. Buka halaman http://latestmodapks.com

Setelah kalian buka halaman tersebut, scroll ke bawah sampai bertemu opsi Download YoWhatsASpp seperti gambar pertama dibawah ini kemudian kalian klik. Setelah itu pilih opsi Download seperti gambar kedua.



2.  Uninstall WhatsApp dari Playstore

Setelah selesai mendownload aplikasi diatas, kalian kalian harus menguninstall WhatsApp yang saat ini kalian gunakan. Sebelum dihapus jangan lupa dicadangkan kalau kalian sayang chat hehe


3. Install YoWhatsApp

Kalau WhatsApp b aja itu sudah kalian uninstall, kalian harus install YoWhatsApp yang sudah kalian download. Buka berkas file manager kemudian pilih APK atau aplikasi → pilih aplikasi YoWhatsapp → kemudian install → login ulang (jangan lupa pulihkan chat)




4. Setting I

Selanjutnya kalian akan dibawa ke halaman chat WhatsApp baru, klik opsi titik tiga pada pojok kanan atas lalu pilih YoMods



5. Setting II

Next pilih opsi YoThemes lalu pilih tema mana yang kalian suka. Ada ribuan pilihan tema, kalau kalian sudah cari tapi ngga ketemu, ketik aja di kolom search yang mau kalian cari kemudian install dan tunggu


6. SELESAI 

Yeaaayyy selesai sudah tutorial ini. Ini salah satu tema yang gue pilih buat tutorial

SELAMAT MENCOBA YAAAAA.....

NB: Oh iya ini sama seperti WhatsApp pada umumnya ya ada kadaluarsanya, jadi setiap beberapa bulan sekali kalian akan dapet notifikasi untuk upgrade. 

Kalau kalian bingung tanya, dan kalau mau minta file tema simple




Tuesday, 30 April 2019

Sakit, bukan?

Kau tau apa yang menyakitkan? Bersamamu, namun tidak dengan hatimu. Bersamamu, namun selalu merasa sendiri.

Kau tau apa yang menyakitkan? Menunggu, sementara banyak diluar sana yang membuka hati untukku. Menunggu, sementara kau justru  menunggu yang lain.

Kau tau apa yang menyakitkan? Kisah kita, berakhir saat kita bahkan belum sempat membuat judul. Kisah kita, yang pernah mencoba ingin memulai dan entah bagaimana bisa berakhir.

Kau tidak gagal dalam memberiku kebahagiaan, aku yang denganmu tak pernah sedetik pun menyesal, satu pesan terakhirku; kau tidak harus selalu berbohong agar terlihat baik.

Jika nyatanya kau tidak nyaman, berterus-teranglah, aku tak apa. Karena pada akhirnya aku memang harus pergi juga, dan ya benar saja kau hanya menjadikanku tempat untuk mengisi waktu luangmu saja kan? Jika kau merasa bosan kau hanya akan terus kembali, karena kau tau aku akan selalu menerimamu, karena itu kelemahanku.

Harusnya aku pergi sejak dulu, agar aku tak jatuh terlalu dalam. Tapi apalah daya, ternyata aku yang tidak tau diri ini sangat keras kepala ingin menjadi satu-satunya yang membahagiakanmu, walaupun kau ternyata selama ini hanya berpura-pura agar aku tidak patah hati.

Aku rindu ketidakmungkinan kita...

Arghhhh semesta benar-benar menyebalkan, belum sempat menggenggam kita sudah berjauhan. Bahkan cerita kita berakhir disaat kita belum membuka halaman. Lalu untuk apa dipertemukan? Jancok, ini cobaan atau godaan?

Sunday, 21 April 2019

Kau Ku Lepaskan

Aku tau kau sering pergi sampai lupa mengabari. Kau mungkin mengira aku kesepian, sehingga kau mencari seseorang untuk menemaniku di hatimu.

Hei bukan itu yang aku inginkan. Aku memang kesepian karena sering kau tinggalkan, namun memasukkan orang lain ke dalam hatimu yang sudah terisi olehku, itu tidak bisa ku terima.

Siapa dia yang kau biarkan masuk ke dalam hatimu selain aku? Aku tidak bisa berbagi tempat untuk orang lain. Itu sudah tempatku.

Kesekian kali kau runtuhkan kepercayaanku, kau ku maafkan. Namun untuk kali ini, maaf kau ku lepaskan. Aku tidak rela membagimu seujung kuku pun. Ya aku egois soal memiliki. Aku tidak pernah suka ada dia. Sebab jika kau mencintaiku, dia takkan pernah ada.

Wednesday, 27 March 2019

Sebuah Akhir Pencarian

Beberapa hari sebelum saya pergi, saya sering kepikiran Bapak. Tidak tau kenapa, mungkin beliau sakit atau terjadi apa-apa? Tapi seperti sebelum-sebelumnya, saya hanya takut kalau saya pergi tidak membuahkan hasil. Bukan masalah seberapa jauhnya, toh hanya Banjarnegara saja. Kota-kota lain yang lebih jauh sudah pernah saya kunjungi. Tapi ya balik lagi, saya hanya takut semua sia-sia saja. Ditambah lagi keluarga saya disini melarang keras saya berhubungan dengan beliau. Ibarat kata "buat apa cari orang ngga mau ngurus lu dari kecil, pergi ngga pamit dan tanpa ngasih duit buat nafkahin". Tapi kembali lagi, apa salah seorang anak ingin bertemu Bapaknya?

Cukup lama saya berpikir saya akan pergi atau tidak. Akhirnya saya minta saran ke beberapa orang. Dan jawabannya cuma sabar. Lah kaga nyambung. ANJING EMANG! Ya makin kesini saya semakin kepikiran. Dan akhirnya saya putuskan saya coba cari info dulu keberadaan beliau. Karena emang saya tidak tau beliau tinggal dimana. Di rumah lama kamipun beliau sudah tidak pernah kesana. Konon katanya beliau tinggal dengan istri dan anak-anaknya.

Langkah pertama saya coba untuk gabung grup fb Banjarnegara disana dan saya posting satu alamat yang saya ketahui itu alamat istri beliau. Saya cerita sedikit kalau saya sudah lama sekali tidak bertemu bapak saya dan saya ingin mencarinya kembali. Saya bertanya bagaimana cara saya agar bisa sampai alamat tersebut, transportasi apa yang harus saya naiki. Karena memang alamat itu jauh dengan rumah kami dulu. Rumah kami di kota dekat alun-alun dan alamat tersebut di perbatasan Banyumas. Banyak respon baik yang saya peroleh dari warga grup tersebut. Sampai ada Pak Kades yang turun tangan membantu saya.

Pagi tanggal 22/02/19 saya berangkat ke terminal giwangan. Seperti biasa saya sendirian. Saya naik bus efisiensi tujuan Purbalingga. Ada sekitar 5 jam an perjalanan saya dari Jogja kesana. Saya turun di RSUD Banyumas dan bergegas memberi kabar Pak Kades, ternyata beliau sudah menunggu saya di depan RS.

Dipersilakan saya masuk ke mobil dan tanpa banyak bincang panjang lebar beliau bisa menebak siapa yang saya cari. Dan ternyata Bapak saya sering debat dengan Pak Kades ini. Jadi jangan heran kalau saya sering debat, ya karena keturunan dari Bapaknya hhe.

Di perjalanan Pak Kades memberi saya pilihan untuk langsung ikut ke rumah Bapak atau menunggu di rumah Pak Kades. Ya saya jelas pilih ikut dong. Saya takut kalau tidak saya gap duluan, bakal akan pergi lebih jauh lagi. Perlu diketahui Bapak selalu pergi kalau saya cari. Tapi Pak Kades malah minta saya menunggu di rumahnya biar Bapak saya dijemput oleh Pak Kades. Yasudah saya manut.

Setibanya saya di rumah Pak Kades ternyata tidak ada sinyal. Parah. Saya cuma mau memberi kabar ke teman saya kalau saya sudah sampai. Selang 15 menit datanglah Bapak saya naik sepeda motor. Saya lari saya peluk saya nangis sejadi-jadinya. Saya marah.
Kenapa harus saya yang datang kemari?
Selama ini Bapak kemana ngga nyari saya yang jelas ada di rumah?
Kenapa justru saya yang harus repot-repot kesana-kemari cari Bapak yang tidak tentu dimana keberadaannya?

Saya semakin marah saat saya menangis tersedu-sedu, Bapak justru tidak menangis sama sekali. Dia hanya senyum cenengengesan bahkan tertawa. Apa ini lucu?

Lepas dari rumah Pak Kades, Bapak mengajak saya ke rumahnya. Ini dia yang saya tunggu-tunggu. Saya sangat penasaran kehidupan seperti apa yang ia jalani saat ini, hingga sampai hati meniggalkan keluarga lamanya.

Jalan demi jalan kami susuri, gang demi gang kami lewati, dan ibu-ibu demi ibu-ibu kami temui. Warga sekitar memandang terheran-heran karena baru pertama kali melihat saya disana ditambah dengan berboncengan dengan Bapak.

Setiba di rumah Bapak, untukn pertama kali saya melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah Ibu tiri saya. Keadaan rumahnya biasa saja, bisa dibilang lebih bawah dari keadaan keluarga saya sekarang, hanya saja terdapat beberapa barang yang saya tidak punya di rumah. Ibu tiri saya juga biasa saja. Yang tadinya saya mempunyai niat ingin memakinya karena sudah merusak keluarga saya, saya urungkan. Ya karena tidak setengil yang saya kira. Mengobrol dengan saya saja malu tidak menatap. Ya intinya seperti takut. Dan disana ternyata saya punya 3 adik. Hehe banyak. Paling besar laki-laki SMP kelas 1, kedua perempuan SD kelas 3, dan yang terakhir perempuan juga SD kelas 1. Semuanya pendiam. Bukan anak-anak rewel.

Malam harinya saya tidur di kamar adik saya yang paling besar. Masih bingung dengan semua yang terjadi, netes aja gitu air mata. Tiba-tiba ketiga adik saya tiga-tiganya manggil ngajak makan malam. Ya. untuk pertama kalinya saya merasakan makan keluarga.

Selepas makan malam mereka belajar didampingi Ibu mereka dan Bapak ngobrol dengan saya. Segala pertanyaan yang selama ini berkecamuk dipikiran saya akhirnya terjawab sudah. Entah Bapak bernohong atau tidak saya juga tidak tau.

Bapak bilang sering ke Jogja untuk menitipkan nomor di tetangga saya. Hanya saja Bapak tidsak pernah sampai ke rumah. Katanya hatinya kecil, tidak bisa jika menerima caci maki dari Ibu. Ya. Bapak dan Ibu memang tidak pernah akur sejak saya kecil. Saya jarang bisa bersama keduanya, selalu silih berganti, kalau tidak dengan Ibu ya dengan Bapak.

Bapak juga bilang beliau pernah ke Jogja dengan adik saya yang paling besar, Miko. Menginap di hotel Matahari dan janjian bertemu dengan tetangga saya yang dititipi nomor tapi tidak pernah sampai ke saya itu. Tapi justru Bapak ketemu dengan Kakek saya. Kakek saya orang pertama yang sangat benci dengan Bapak. Terbukti waktu pertama kali saya cari Bapak ke luar kota  dan saya bilang ke Kakek, beliau justru maki-maki saya habis-habisan. Ya yang ada di pikiran saya memang salah anak mau bertemu Bapaknya? Oke balik ke cerita. Disitu untuk pertama kalinya Kakek bilang ke Bapak jika tidak usah kemari lagi, Kakek yang akan menanggung seluruh kehidupan saya dan Ibu. Dan yang lebih saya kaget ketika Bapak bilang dulu jika Ibu sampai ikut Bapak, Ibu tidak akan dianggap anak oleh kakek saya. Sebegitunya? Itu alasan kenapa keluarga kami tidak pernah menetap, selalu berpindah dari Banjar ke Palu, dari Palu ke Semarang hingga akhirnya saya menetap di Jogja setelah kedua orang tua saya berpisah.

Cukup syok mendengar penjelasan itu. Kenapa saya baru tau hari ini? Kenapa kakek saya sebegitu egois? Kenapa keluarga saya yang hancur? Dan kenapa saya yang menjadi korban?

Banjarnegara, 23 Februari 2019
Tadinya sebelum pergi, saya meminta seseorang untuk jangan beranjak dari ponsel. Saya ingin bercerita perjalanan saya jika sekiranya ada hal yang saya tidak bisa menanggungnya sendirian. Tapi semua keinginan itu tiba-tiba hilang. Saya stag tidak bisa berkata apa-apa kepada siapapun karena saya sendiri masih belum bisa menerinma. Yang ada di pikiran saya, saya besok sudah harus pergi dari sini.

Pagi harinya saya bangun tidur, mandi, makan dan berbincang sebentar lalu saya berpamitan pergi. Saya cari tiket bus dan saya ke Semarang saat itu juga.

Mungkin kalian bingung, belasan tahun saya tidak bertemu Bapak, dan baru sehari saya langsung pergi setelah bisa bertemu?

Ya. Semua semata-mata karena saya belum bisa menerima pernyartaan dari Bapak saya. Otak saya tidak bisa mencerna semuanya. Perasaan marah, benci, sedih semua berkecamuk. Maka dari itu daripada saya stress, saya pilih pergi menyingkir dahulu.

Sunday, 28 October 2018

Untukmu Yang Kusemogakan Hehe

Aku memang bukan perempuan yang pandai merangkai kata, namun jika hanya membuatmu jatuh didalamnya, aku bisa.

Mungkin bukan hanya aku yang dekat denganmu, aku yakin di luar sana banyak teman perempuanmu. Begitu banyak perempuan, bahkan lebih dari jari tanganku yang ingin dekat denganmu, menarik dan mencari perhatianmu. Tidak seperti aku, bahkan bisa dibilang aku tidak melakukannya. Apalah daya, aku tidak seperti mereka. Aku tidak bisa. Aku tampak biasa saja, bahkan mungkin di matamu aku tidak ada apa-apanya.

Seringkali aku cemburu kepada mereka yang pernah ada di hatimu dan kepada mereka yang sedang berusaha mendapatkan hatimu. Aku selalu mencari tau akan hal itu walaupun sebenarnya menyakitiku. Tapi keingintahuanku mendorongku begitu saja untuk melalukan semua itu.

Ya meskipun aku tidak bisa menjadi seperti mereka yang setiap saat bisa selalu dekat denganmu, tertawa bersamamu, menemanimu, membahagiakanmu, tapi aku percaya, aku akan tetap menjadi kesayanganmu meski aku tidak selalu ada disampingmu.

Hehe...

Dulu perkenalan kita memang sederhana, tapi ku harap hubungan ini akan istimewa. Seistimewa Yogyakarta. Aku masih ingat saat kamu berkata aku cuek, sombong. Dan seketika aku tertawa. Disitulah kita mulai dekat.

Kamu teman begadangku, aku teman begadangmu.
Kamu teman gabutku, aku teman gabutmu.
Dan kamu nyaman, begitupun dengan aku.

Aku masih tidak percaya, tapi semua ini nyata. Aku perempuan yang selalu menolak cinta yang datang, namun kini telah dibuat nyaman oleh seseorang.


Hehe..

Mungkin selama ini banyak sikapku yang membuatmu jengkel denganku. maaf ya.Tapi satu hal yang harus kamu tau, aku bersikap apa adanya aku. Bukan menjadi orang lain. Aku hanya ingin terus dekat denganmu tanpa harus berpura-pura. Kamu mengerti kan?

Tulisan ini mungkin terlihat sederhana. Namun aku yakin ini akan menjadi sebuah karya yang indah saat kamu telah membacanya. Jadi setelah tulisan ini terpublikasi, semoga kamu sempat membacanya.

Wednesday, 10 January 2018

My Boy Friend is Alcohol

Aku perempuan dan aku peminum.
Isi dari artikel kali ini tentang hati dan alkohol. Sebuah trauma karena janji yang membuatku menjadikan alkohol sebagai seseorang yang selalu membuatku nyaman.

Beberapa bulan lalu pernah ada laki-laki yang membuatku berjanji untuk berhenti mengkonsumsi alkohol, dengan timbal balik dia menjanjikan tiga hal kepadaku.

1. Dia berhanji selalu ada untukku dikeadaan apapun. Ya, itu sudah dia buktikan. Setiap aku membutuhkannya, dia tak pernah bilang "tidak". Apapun yang ku inginkan dia selalu mengabulkan.
2. Dia berjanji mengajakku pulang ke tanah kelahiranku. Ngapain? Cari bokap. Itu belum dia buktikan.
3. Dia berjanji membawaku ke suatu tempat yang ingin sekali aku kunjungi, ada di jawa timur. Tempatnya rahasia. Dan itu belum dia buktikan.

Janji yang ke dua dan tiga dia lupakan. Ada beberpa hal yang membuat kami berselisih paham. Kecewa? Pasti. Itu sebabnya ku bebaskan dia dari semua janji yang pernah ku screenshot dengan catatan aku juga melupakan janjiku kepadanya untuk berhenti mengkonsumsi alkohol.

Bodoh memang. Tapi kenyataanya seperti ini. Aku terluka, dan yang mengerti? Alkohol. Aku menjadi jauh dari diriku yang sebenarnya. Periang dan cerewet. Menulis jika sedang galaw, sedih, patah hati.
Mau jadi apa aku ini? Alkohol kesayanganku membuatku melupakan semuanya. Dia membawaku pergi jauh sekali. Aku gila. Tertawa ketika sedang fly high, menangis ketika sadar.

Aku sedih ingat kamu.
Aku bahagia ingat kamu.
Aku tidak punya uang dikasih kamu.
Aku punya uang borong kamu.
Aku pusing karena kamu.
Aku terbang karena kamu.
Aku begadang karena kamu.
Aku muntah-muntah karena kamu.
Dan gajiku habis karena kamu.
Alkohol...
Kamu matre!
Alkohol...
Kamu jahat!
Tapi enak.

NB :
Teruntuk teman-temanku yang selalu mengingatkanku untuk kembali seperti sedia kala, maaf aku belum bisa sepenuhnya bisa kembali. Tapi aku sedang mencoba.
Teruntuk teman-temanku yang selalu mengingatkanku alkohol jahat tapi enak, maaf sedikit demi sedikit aku menjauh. Bukan menjauh dari kalian. Tapi dari alkohol 
Demi tuhan. My boy friend is alcohol ini aku tulis beberapa bulan lalu, dan baru aku editing lagi malam ini. Jauh dari lubuk hati, SAYA INGIN PUTUS DARI ALKOHOL!
Dan menjadi perempuan normal kesayangan Ibu dan Ayah yang jauh disana entah dimana.
Wish me luck.

Monday, 2 October 2017

Berbahagialah Lelakiku

"Bagaimana keadaanmu saat ini?" ❌
"Aku rindu :)" ✔

Ada beberapa pertanyaan yang kini berkecamuk di kepalaku. Entah.. mungkin aku merindukanmu.

Entah sedang berada dalam genggaman siapa kini jemarimu dan entah berada dalam pelukan siapa kini ragamu, masih kamu saja yang terindah yang pernah singgah.

Entah pada akhirnya nanti akan kau lupakan atau tidak tentangku, yang penting saat ini aku mengingatmu.

Perkara melupakan dan mengikhlaskan itu mudah saja, aku bisa melakukannya dengan sekejap. Namun itu suatu keahlianku yang sengaja ku modif menjadi amatir, sebab mencintai lelaki selain dirimu adalah kesalahan paling fatal.

Hidupku memang berat. Tak mudah untuk dijalani. Beruntung mereka tidak merasakan hidup seperti ini.

Sudah lama ada dalam diriku untuk selalu mampu memenuhi segala inginmu, tapi apa? Aku tidak mampu. Menyayangimu aku merasa tidak pantas, mencintaimu aku takut gagal.

Ingin maju nanti kau terganggu
Ingin diam nanti aku merindu
Dan akhirnya menyerah
Lalu kau berpaling

Percayalah, lelakiku ini tak mudah..
Membiarkanmu mulai melangkah
Melihat langkahmu berlawanan arah
Bahagiamu yang tanpaku membuatku menyerah
Aku telah kalah

Mungkin salahku yang terlalu berharap lebih pada waktu singkat untuk cerita singkat yang kau beri dimana itu cukup membuatku bahagia.

Fyuhh..
Tak apa jika bersamanya tanpaku kau bahagia. Kiranya ia dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah dapat aku lakukan kepadamu.

Untukmu, lelakiku..
Selamat berbahagia
Ku ucapkan selamat tinggal dan sampai bertemu di rencana tuhan yang lain. Semoga aku menjadi penulis di hidupmu nanti, agar dapat menulis kisah kau dan aku berakhir menjadi kita.

White Penis