Wednesday, 10 January 2018

My Boy Friend is Alcohol

Aku perempuan dan aku peminum.

Isi dari artikel kali ini tentang hati dan alkohol. Sebuah trauma karena janji yang membuatku menjadikan alkohol sebagai seseorang yang selalu membuatku nyaman.

Beberapa bulan lalu pernah ada laki-laki yang membuatku berjanji untuk berhenti mengkonsumsi alkohol, dengan timbal balik dia menjanjikan tiga hal kepadaku.

1. Dia berhanji selalu ada untukku dikeadaan apapun. Ya, itu sudah dia buktikan. Setiap aku membutuhkannya, dia tak pernah bilang "tidak". Apapun yang ku inginkan dia selalu mengabulkan.

2. Dia berjanji mengajakku pulang ke tanah kelahiranku. Ngapain? Cari bokap. Itu belum dia buktikan.

3. Dia berjanji membawaku ke suatu tempat yang ingin sekali aku kunjungi, ada di jawa timur. Tempatnya rahasia. Dan itu belum dia buktikan.

Janji yang ke dua dan tiga dia lupakan. Ada beberpa hal yang membuat kami berselisih paham. Kecewa? Pasti. Itu sebabnya ku bebaskan dia dari semua janji yang pernah ku screenshot dengan catatan aku juga melupakan janjiku kepadanya untuk berhenti mengkonsumsi alkohol.

Bodoh memang. Tapi kenyataanya seperti ini. Aku terluka, dan yang mengerti? Alkohol. Aku menjadi jauh dari diriku yang sebenarnya. Periang dan cerewet. Menulis jika sedang galaw, sedih, patah hati.

Mau jadi apa aku ini? Alkohol kesayanganku membuatku melupakan semuanya. Dia membawaku pergi jauh sekali. Aku gila. Tertawa ketika sedang fly high, menangis ketika sadar.

Aku sedih ingat kamu.
Aku bahagia ingat kamu.
Aku tidak punya uang dikasih kamu.
Aku punya uang borong kamu.
Aku pusing karena kamu.
Aku terbang karena kamu.
Aku begadang karena kamu.
Aku muntah-muntah karena kamu.
Dan gajiku habis karena kamu.

Alkohol...
Kamu matre!

Alkohol...
Kamu jahat!
Tapi enak.

NB :

Teruntuk teman-temanku yang selalu mengingatkanku untuk kembali seperti sedia kala, maaf aku belum bisa sepenuhnya bisa kembali. Tapi aku sedang mencoba.

Teruntuk teman-temanku yang selalu mengingatkanku alkohol jahat tapi enak, maaf sedikit demi sedikit aku menjauh. Bukan menjauh dari kalian. Tapi dari alkohol 😟

Demi tuhan. My boy friend is alcohol ini aku tulis beberapa bulan lalu, dan baru aku editing lagi malam ini. Jauh dari lubuk hati, SAYA INGIN PUTUS DARI ALKOHOL!

Dan menjadi perempuan normal kesayangan Ibu dan Ayah yang jauh disana entah dimana.

Wish me luck.

Monday, 2 October 2017

Berbahagialah Lelakiku

"Bagaimana keadaanmu saat ini?" ❌
"Aku rindu :)" ✔

Ada beberapa pertanyaan yang kini berkecamuk di kepalaku. Entah.. mungkin aku merindukanmu.

Entah sedang berada dalam genggaman siapa kini jemarimu dan entah berada dalam pelukan siapa kini ragamu, masih kamu saja yang terindah yang pernah singgah.

Entah pada akhirnya nanti akan kau lupakan atau tidak tentangku, yang penting saat ini aku mengingatmu.

Perkara melupakan dan mengikhlaskan itu mudah saja, aku bisa melakukannya dengan sekejap. Namun itu suatu keahlianku yang sengaja ku modif menjadi amatir, sebab mencintai lelaki selain dirimu adalah kesalahan paling fatal.

Hidupku memang berat. Tak mudah untuk dijalani. Beruntung mereka tidak merasakan hidup seperti ini.

Sudah lama ada dalam diriku untuk selalu mampu memenuhi segala inginmu, tapi apa? Aku tidak mampu. Menyayangimu aku merasa tidak pantas, mencintaimu aku takut gagal.

Ingin maju nanti kau terganggu
Ingin diam nanti aku merindu
Dan akhirnya menyerah
Lalu kau berpaling

Percayalah, lelakiku ini tak mudah..
Membiarkanmu mulai melangkah
Melihat langkahmu berlawanan arah
Bahagiamu yang tanpaku membuatku menyerah
Aku telah kalah

Mungkin salahku yang terlalu berharap lebih pada waktu singkat untuk cerita singkat yang kau beri dimana itu cukup membuatku bahagia.

Fyuhh..
Tak apa jika bersamanya tanpaku kau bahagia. Kiranya ia dapat melakukan sesuatu yang tidak pernah dapat aku lakukan kepadamu.

Untukmu, lelakiku..
Selamat berbahagia
Ku ucapkan selamat tinggal dan sampai bertemu di rencana tuhan yang lain. Semoga aku menjadi penulis di hidupmu nanti, agar dapat menulis kisah kau dan aku berakhir menjadi kita.

Sunday, 1 October 2017

Diantara Kalian

Kau melihat dua sosok di seberang sana?
Bagaimana bisa melihat? Tentu tidak
Yang kau lihat hanya sesosok bukan dua sosok
Itulah aku..
Berdiri di seberang kalian yang kini berbahagia

Kau tau, lelakiku?
Aku cemburu
Hatiku terluka

Kau tau aku menyayangimu
Sebisa mungkin kau jaga perasaanku
Namun tetap kau miliknya
Bukan milikku
Terimakasih sudah menghargai

Ku tak pernah berharap lebih
Ku tak pernah mengikatmu
Ku tak pernah merebutmu
Sebab ku datang di hidupmu sebagai temanmu
Bukan sebagai orang ketiga di hubunganmu
Tetaplah berbahagia

Perhatian kecilmu membuatku hanyut
Kau tak pernah melukaiku
Hanya saja hatiku yang merasa
Bukan diriku

Terimakasih kau selalu menjagaku
Terimakasih kau selalu ada untukku
Tetaplah menjadi tempatku berteduh
Tetaplah menjadi sandaranku
Dan tetaplah seperti ini

Lelakiku,
Mungkin kau dan aku hanya sebatas teman
Namun tak apa jika memang harus begini
Tak akan ku ubah kenyataan itu
Selama kau selalu ada untukku
Semua tak ada bedanya
Semua tetap sama

Sayangi dia
Jaga dirinya
Jangan kau sakiti
Jangan membuatku bersalah
Ini pesan untukmu

Dariku,
Yang mencintaimu dalam diam
Berbahagialah

Thursday, 3 August 2017

BFF (Best Fake Friend)

"Sahabat adalah mereka yang selalu bersama dalam suka maupun duka walau dunia berkata kau tak lagi berharga"

Kata-kata diatas untuk best friend forever, bukan best fake friend.

Lalu apa yang membuat forever berubah menjadi fake?

PENGKHIANATAN

Saat seorang best friend selalu bersamamu, ada untukmu, menerima semua kekuranganmu, menyimpan rapat-rapat aibmu, bahkan rela berbohong hanya untuk melindungimu agar tetap terlihat baik di hadapan dunia. Bagaimana bisa semua itu dibalas dengan pengkhianatan? Apakah hanya dia yang menganggapmu sebagai sahabatnya, dan kamu menganggapnya sebagai sahabat hanya saat kamu sedang membutuhkannya saja? Bagaimana bisa?

Percayalah. Sahabat lebih berarti saat kamu tidak mendapatkan kebahagiaan di dalam rumah. Walau sahabat tidak memiliki harta berlimpah, tapi sahabat memiliki waktu dan kasih sayang yang sangat berlimpah untukmu. Sahabat rela memberikan apapun yang dia miliki hanya untuk menyenangkanmu, menghiburmu, membuatmu tertawa saat dunia mengucilkanmu. Sahabat tidak akan pernah meninggalkanmu. Sahabat selalu ada didepanmu, disampingmu, dibelakangmu. Mengapa disekitarmu? Karena sahabat tidak akan membiarkanmu jatuh. Sahabat akan menopang bebanmu, keluh kesahmu, semua dukamu. Sahabat tidak akan membiarkan sahabatnya merasa sendiri.

Berbeda dengan teman. Teman bisa banyak, ratusan bahkan ribuan. Namun sahabat? Hanya bisa dihitung dengan jari. Kamu bisa menghitungnya saat kamu berada dalam titik 0. Siapa yang ada untukmu, siapa yang membantumu, siapa yang tetap disisimu saat dunia menganggapmu tidak berharga, itulah sahabat. Sahabatmu.

Namun bagaimana dengan pengkhianatan? Bagaimana bisa terjadi? Jawabannya mudah. Ini hanya soal egoisme yang belum bisa dikendalikan. Entah iri atau merasa kalah saing. Ini pasti dirasakan. Jangan ditanya. Tidak ada gunanya. Pasti jawabannya "tidak".

EGOISME

Penyakit ini selalu menyerang setiap makhluk hidup. Tua ataupun muda pasti mempunyai ego. Ego ada 2 macam :

1. Ingin menang sendiri
     Ini biasanya memperebutkan sesuatu. Entah harta, tahta, atau cinta. Itu pasti. Sama-sama tidak mau mengalah yang berakhir perselisihan
2. Tidak perduli perasaan orang lain
     Ini biasanya terjadi setelah perselisihan muncul. Entah perang socmed atau perang mulut yang mengakibatkan rasa benci yang lebih karena kata-kata yang kurang enak didengar atau dibaca

Lalu bagaimana cara menghilangkan rasa egois tersebut? Apa obatnya?

MENGALAH

Ya. Mengalah. Itu obat satu-satunya. Namun kadang sebagian orang mengartikan mengalah adalah mengaku kalah. Jadi banyak orang yang enggan mengalah dan lebih baik putus persahabatan saja.

Apakah pendapat tersebut adalah keputusan ego?

BUKAN

Mengapa ini bukan disebut ego, padahal ingin menang sendiri? Karena ada kesalahan yang tidak bisa dimaklumi. Ada penyesalan yang tidak bisa dimaafkan. Ada luka yang tidak bisa diobati. Ada kekecewaan yang tidak bisa dihilangkan. Dan ada kepercayaan yang tidak bisa dikembalikan. Itu sebabnya mereka yang memiliki problema dengan sahabatnya memilih untuk mengakhiri persahabatan tersebut. Ya mungkin memaafkan masih bisa, hanya saja untuk bersahabat kembali lebih baik tidak.

Saat sahabatmu selalu menunjukkan sikap yang baik tidak pernah marah, memaklumi kesalahanmu, memaafkan kekhilafanmu. Ketahuilah, kamu hanya baru melihat sisi baiknya. Jika sahabatmu bisa berbuat sebaik itu, jangan heran jika suatu saat kamu berkhianat kepadanya, kamu tidak akan percaya jika kelak akan dia bisa berbuat sejahat itu.

Manusia tidak ada yang sempurna. Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai sikap yang berbeda. Ada yang pemaaf ada yang pendendam. Ada yang baik ada yang jahat. Ada yang kalem ada yang semena-mena dan sebagainya.

Dan untuk kalian yang mungkin sekarang sedang bertengkar dengan sahabatnya dan sahabatmu memilih mengakhiri semuanya, jangan dendam. Intropeksi lebih baik.

Sunday, 12 March 2017

Komunikasi Itu Penting

Dalam suatu hubungan, komunikasi sangatlah dibutuhkan. Karena dari komunikasi, kamu bisa melihat dan menilai sendiri seberapa penting kamu untuknya. Makadari itu komunikasi itu harus. Walaupun memang tidak perlu setiap menit/jam harus chatting. Cukup kabari pasanganmu, sesibuk apapun kamu cobalah jangan abaikan itu.

1. Misalkan di dalam hubungan kalian sedang ada salah paham yang membuat kalian berakhir saling diam. Cobalah mulai dengan kata “aku” dalam percakapanmu dan jangan memulai kalimat dengan kamu”. Katakanlah: aku ngerasa kita sekarang sering salah paham, entah itu karena apa” daripada mengatakan, “kamu bukan kamu yang dulu lagi”

2. Berusahalah untuk jangan mudah terbawa emosi jika sedang ada konflik dalam hubungan kalian. Jika pasanganmu marah, tatap dia dan dengarkan. Jangan menyelanya. Akui jika kamu yang salah. Jangan buang muka atau diam saja. Karena itu justru membuat pasanganmu merasa tidak dihargai, walaupun maksudmu ingin menghindari pertengkaran.

3. Berusahalah untuk memahami terlebih dahulu sebelum dipahami. Sulit, tapi sangat efektif.

4. Bagilah pemikiran dan perasaan dengan pasanganmu untuk membuatnya merasa jika dia merupakan bagian penting dari hidupmu. Karena dengan terbukanya kamu, pasanganmu akan merasa jika dia memang penting untukmu.

5. Jika pasanganmu (seolah) mengintrogasimu saat dia merasa ada yang ganjal pada dirimu, jangan memberikan satu kata jawaban. Cobalah untuk menguraikan jawaban dan penuhi keingintahuannya. Pasangan yang sedang curiga atau cemburu biasanya sering membrondong pertanyaan. Itu menunjukkan bahwa dia peduli terhadap kamu.

6. Dengarkan dengan penuh perhatian. Saat pasanganmu bicara serius, tentu hal yang menyinggung baginya jika kamu mendengarkannya sambil sibuk memainkan ponselmu atau pandanganmu justru kemana-mana. Jika pasanganmu bicara dengan serius, lihatlah matanya, dengarkan, dan sadari keberadaannya. Tidak harus selalu memberi solusi, karena biasanya dia (perempuan) hanya ingin keluh kesahnya didengarkan.

7. Berikan perhatian lebih. Tanyakan sesuatu yang terjadi hari ini, jika dia menceritakannya, artinya komunikasi kalian nyambung.

8. Pahami perasaannya. Cobalah mengatakan hal-hal yang membuatnya merasa dimengerti. Katakan padanya jika kamu memahami kenapa dia bersedih, jika dia berhak untuk merasa terluka atau terabaikan. Lalu jika dia memiliki prasangka buruk terhadapmu, jangan katakan jika dia salah telah memiliki perasaan demikian. Yakinkan dia jika kamu memang tidak seperti yang dia pikirkan.

9. Jika kamu membutuhkan sesuatu, katakan kepadanya dengan kelembutan dan kebaikan tanpa menuntut. Jika pasanganmu merasa kalau dia seperti diperintah untuk melakukan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya, dia akan menolak. Jika kamu memintanya dengan ramah dan membuatnya merasa istimewa, pasanganmu akan dengan segera melakukannya untukmu.

10. Jangan pernah membandingkan dirinya kepada siapa pun untuk membuatnya berubah. Sikapmu yang membandingkan pasanganmu dengan orang lain akan berakibat buruk terhadap hubunganmu. Itu akan menimbulkan perasaan tidak mampu dari pasanganmu, dia akan selalu merasa dirinya kurang segalanya. Jika kamu mau dia untuk memperbaiki beberapa hal dari kebiasannya yang buruk atau apapun, berikan pujian terhadap apa yang sudah dia lakukan dengan benar. Dengan pujian-pujian tersebut, maka dia akan berusaha untuk melakukannya yang lebih baik lagi dan berusaha untuk merubah kekeliruannya dan sikapnya yang kurang baik.

Tuesday, 3 January 2017

Inspirasi Baruku

Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan laki-laki. Hanya kenal di media sosial. Sebenarnya ini awal pertemuan dan kencan pertama kami namun semuanya berantakan. Dia malah mengajakku berkumpul dengan teman-temannya.

Sekitar beberapa bulan yang lalu, aku tidak ingat tepatnya kapan. Disitulah di sebuah perkumpulan anak-anak broken home. Hanya sebuah perkumpulan, bukan komunitas. Dan pertama kalinya aku bercengkrama dengan mereka. Padahal ini hanya kumpulan anak-anak nakal. Namun di tempat ini aku merasa tidak sendiri, aku merasakan hangatnya suasana kekeluargaan. Tidak seperti saat aku berada di komunitas broken home di kotaku sendiri yang sudah tercatat di sosial media. Ada yang lain rasanya. Sangat berbeda jauh.

Aku senang berbagi cerita disini daripada di komunitas. Entah mengapa, karena yang kulihat, disini tidak saling ada pembicaraan di belakang saat ada beberapa kawan yang tidak ikut berkumpul. Satu pembahasan yang notabenya menjelek-jelekkan sama sekali tidak ada. Berbeda dengan di komunitas. Jika ada salah seorang tidak hadir saat forum, pembahasan negatif tentang dirinya pasti ada.

Memang dari awal aku mengagumi dan bahkan mengidolakan sosok Chatreen Moko. Dia pendiri komunitas Broken Home INDO dan kini komunitasnya sudah tersebar hampir di seluruh kota di tanah air, dan kebetulan di Yogyakarta ada. Aku sendiri bingung saat aku pertama bergabung di komunitas Broken Home Jogja ini. Kukira isinya anak-anak yang kurang beruntung, ternyata aku salah. Isinya 99% anak yang sangat beruntung. Forum mereka selalu di kafe/kedai budget mahasiswa. Padahal sebagian ada yang masih SMP dan SMA/K, tidak semuanya anak kuliahan. Dari gaya bicara dan gaya berpakaian, mereka semua high class. Tidak tampak seperti anak broken home pada umumnya. Tidak ada yang putus sekolah. Mereka semua tidak ada yang bekerja, namun kebutuhannya selalu terpenuhi. Hampir setiap anggota mempunyai ATM pribadi.

Berbeda sekali dengan disini. Memang mungkin mereka hanya perkumpulan anak-anak nakal, yang kerjanya hanya keluar malam mencari kesenangan. Namun pagi/siangnya mereka bekerja. Setidaknya mereka menghamburkan uang dari jerih payahnya sendiri. Bukan minta mama papa.

Tempat perkumpulan mereka bukan di kafe/kedai. Kadang di rumah salah seorang kawan atau di pinggir pantai. Mereka hanya sesekali berkumpul di kafe/kedai. Dan yang aku tidak mengira jika ternyata mereka juga sesekali berkumpul dan bermalam di Gereja HKTY Ganjuran, Gereja tempatku biasa mencari ketenangan di malam hari. Mereka sering menghabiskan malam disana, entah di pendopo ataupun di plataran candi.

Namun ada salah satu orang yang begitu menginspirasiku, aku belum bertemu dengannya, namun mereka menceritakan kisah orang tersebut kepadaku untuk memotivasiku saat aku menceritakan keluh kesahku.

Sebut saja GK. Dia perempuan. Dia bertatto dan berpearching. Jika digambarkan memang seperti anak nakal, apalagi dia perempuan. Tapi sejak kecil dia tinggal dengan kakek neneknya, suatu hari kakeknya meninggal dunia. Tinggal lah dia dan neneknya saja. Namun saat dia SMP neneknya juga meninggal. Dia sebatang kara. Dia tidak punya keluarga lagi.

Sejak saat itu dia kost dan bekerja. Namun dia tidak berhenti sekolah. Dia bekerja untuk membiayai sekolah dan kebutuhan lainnya sendiri. Dia beruntung punya kekasih yang tetap ada dan setia untuknya saat keadaannya seperti ini. Dari SMP hingga SMK dia hidup sendiri. Meski begitu, dia tidak pernah pelit/perhitungan dengan teman perkumpulannya. Bahkan dia sering mentraktir teman-temannya. Dan sekarang dia sudah bekerja.

Entah hati dan perasaannya terbuat dari apa sehingga dia bisa setegar dan setabah ini hidup sebatang kara. Berbeda denganku yang hanya ditinggalkan Ayah saja kadang merasa putus asa, dan sempat ingin mengakhiri hidup.

Friday, 9 December 2016

Tentang Hati yang (pernah) Patah

Seperti judulnya, hatiku pernah patah. Ya, patah. Namun tak begitu parah, karena aku hanya memakainya setengah.

Hatiku pernah patah. Patah saat aku membohongi perasaanku sendiri dengan menolak dia yang kusayangi ketika dia menawarkan dirinya untuk kumiliki hanya karena egoku yang terlalu tinggi.

Aku menolak karena dia pernah meninggalkanku untuk orang lain. Karena itulah aku tidak bisa menerimanya saat dia kembali datang karena menyesal.

Hampir satu tahun aku hidup dengan kemunafikan seperti ini. Menyayanginya dan (sangat) dekat dengannya namun aku selalu enggan menerima cintanya.

Perjalanan cintaku tak hanya sampai disitu saja, masih berepisode panjang. Dan tiba saat hatiku patah (lagi).

Hatiku pernah patah (lagi). Namun kali ini patah karena dipatahkan (bukan aku). Saat hatiku sepenuhnya kupercayakan padanya, kupikir dia dapat menjaga dan merawatnya (hatiku) dengan baik.

Di awal memang dia menjaganya dengan baik, bahkan dengan sangat baik. Hingga perlakuannya membuatku luluh. Namun itu tak bertahan lama. Entah sengaja atau tidak, sikapnya mulai berubah. Sikapnya tersebut mematahkan hatiku.

Sakit, kecewa, sedih semua membaur menjadi satu, hingga aku enggan mempercayakan hatiku kepada siapapun lagi. Perasaan takut akan kejadian yang lalu terulang lagi dan hatiku akan patah untuk yang kedua kalinya. Aku tidak mau.

Episode selanjutnya, aku mulai belajar dari pengalaman.

Hatiku pernah patah, kemudian patah (lagi). Aku tidak ingin hatiku semakin hancur. Aku mulai belajar dari pengalaman; aku menjalin hubungan tidak dengan hati. Jahat memang. Namun sangat sukar untuk menggunakan hati kembali.

Tak ada rasa cinta, tak ada rasa sayang, tak ada rasa nyaman. Ini hubungan macam apa aku sendiripun tak mengerti. Semuanya mengalir seperti air, tapi tidak dengan perasaanku.

Saat aku berpisah, hatiku patah namun tak begitu parah, karena aku hanya memakainya setengah (bahkan tidak).

Episode selanjutnya, aku mulai takut hatiku kembali patah.

Sangat sulit untuk mengubah status pertemanan menjadi percintaan. Aku takut jika salah satunya kelak meninggalkan, kedua hubungan tersebut akan berantakan.

Aku belum mempercayakan hatiku kepada orang lain sampai saat ini. Aku masih enggan. Aku belum siap jika hatiku kembali patah.

Aku selalu egois dalam hal ini. Aku hanya memikirkan hati dan perasaanku sendiri tanpa mempedulikan hati dan perasaan seseorang.

Aku hanya berharap, jika dia memang tulus, dia tak akan pergi saat aku bertingkah seperti ini. Dia akan tetap disisiku dan berjuang untuk memenangkan hatiku.